Serba-serbi Bisnis Thrift Shop

Serba-serbi Bisnis Thrift Shop

Bisnis thrift shop atau berbelanja thrifting kian digemari masyarakat dewasa ini, khususnya kaum fashion enthusiast. Hal ini selain karena barang-barang yang dijual memiliki harga yang cenderung lebih murah, bisnis thrift shop juga bisa menjadi upaya pelestarian lingkungan. Fenomena fast fashion yang juga menjadi perhatian masyarakat terhadap isu lingkungan menjadikan bisnis thrift shop semakin diminati karena dapat menjadi salah satu upaya pencegahannya. Namun apa sih thrift, thrifting, dan thrift shop, serta bagaimana tips untuk memulai bisnisnya? Simak ulasan berikut untuk informasi selengkapnya!

 

Contents

Apa itu Thrift, Thrifting, dan Thrift Shop?

Thrift merupakan suatu kata dalam bahasa Inggris yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti penghematan. Sementara thrifting merupakan bentuk aktivitas dari thrift (penghematan) yang mengacu kepada kegiatan jual-beli barang bekas (preloved) yang masih layak pakai dengan harga murah. Umumnya barang yang diperjualbelikan pada bisnis thrifting merupakan barang-barang dari kategori fashion berjenis pakaian. Namun tidak melepas kemungkinan untuk bisnis thrifting menjual produk selain pakaian, seperti tas, sepatu, perhiasan, alat elektronik, hingga barang-barang antik. Adapun thrift shop merupakan sebuah toko atau pasar yang menjual barang-barang thrift

Bisnis thrift shop bisa menjadi salah satu pilihan baik jika Anda sebagai pemula ingin mulai berbisnis. Berbagai kemudahan yang ditawarkan dari tipe bisnis ini, salah satunya Anda tidak perlu melakukan kegiatan produksi barang. Hanya dengan menjual barang-barang bekas yang Anda miliki maupun milik orang lain, Anda bisa menghasilkan keuntungan besar sekalipun dengan modal awal bisnis yang kecil. Adapun dalam berbisnis thrift shop tidak mulu harus memiliki toko fisik, cukup menggunakan e-commerce dan media sosial Anda bisa mulai berjualan. Tertarik untuk mulai berbisnis thrift shop?  Berikut beberapa tips yang dapat Anda ikuti dalam memulai usaha jenis ini.

 

1. Tentukan produk dan target pasar

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada banyak jenis produk yang dapat dijual pada sebuah usaha thrift shop, mulai dari pakaian, tas, sepatu, jam tangan, alat elektronik, buku, hingga ke koleksi antik. Setiap jenis produk pastinya memiliki target pasar yang berbeda-beda. Misalnya, thrift shop yang menjual tas-tas preloved mungkin akan dominan digemari oleh kaum perempuan. Thrift shop yang menjual produk-produk pakaian mungkin lebih condong menargetkan ke konsumen anak muda, untuk thrift shop barang antik atau peralatan elektronik pun memiliki target pasar yang berbeda lagi.

Oleh karena itu, baik untuk Anda menentukan produk apa yang ingin dijual. Anda bisa coba berfokus kepada suatu jenis produk sehingga dapat mempermudah untuk menentukan target pasarnya. Hal ini juga akan sangat membantu Anda ketika hendak membangun ciri khas toko, mencari supplier, melakukan pendekatan promosi, dan sebagainya. Melalui ini juga Anda bisa menentukan nama brand, packaging, konsep foto produk, atau segala perencanaan dari sisi budget dan konten.

 

2. Memastikan kualitas produk thrift

Meskipun barang-barang yang dijual pada thrift shop merupakan barang bekas (preloved), namun bukan semata-mata Anda bisa menjual barang yang sudah jelek. Terdapatnya lecet atau damage pada barang sebenarnya tidaklah masalah, namun Anda perlu juga memastikan bahwa barang-barang tersebut masih layak pakai dan dapat berfungsi dengan baik. Selain itu, penting juga untuk Anda memastikan kebersihan produk yang dijual. Tidak hanya agar terlihat menarik bagi konsumen, menjaga kebersihan produk juga dapat menjaga kesehatan konsumen dan Anda sebagai penjual, serta menjaga kebersihan tempat penyimpanan barang. Ketika toko Anda mampu memberikan produk berkualitas baik tentu akan memberikan kesan positif terhadap konsumen. Dengan demikian akan besar kemungkinan konsumen menjadi pelanggan setia dan turut merekomendasikan jualan Anda ke relasi mereka. 

 

3. Tentukan tempat berjualan

Selain dua tips di atas, penting untuk juga mulai menentukan di mana tempat Anda akan berjualan. Jika hendak membuka toko offline, Anda perlu mencari tempat yang strategis baik secara lokasi yang mudah diakses serta juga menyesuaikan dengan lingkungan target konsumen Anda. Misalkan thrift shop Anda menjual barang-barang elektronik, maka sebaiknya Anda menyewa ruko di pusat perbelanjaan elektronik. Jika belum memiliki modal yang cukup untuk menyewa toko, Anda bisa memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial sebagai tempat berjualan.

Ketika berjualan online, hal utama yang perlu diperhatikan adalah kualitas konten toko Anda. Menyediakan konten yang kreatif dan informatif akan berpengaruh besar terhadap kesuksesan penjualan suatu bisnis. Dalam berjualan online Anda akan perlu membuat foto produk untuk diunggah. Pastikan produk difoto dengan jelas, bila perlu berikan beberapa dekorasi atau desain tambahan agar konten semakin terlihat menarik. Tak lupa sertakan juga informasi kondisi produk secara detail agar menghindari kesalahan persepsi dari konsumen.

 

4. Pasang harga yang sesuai dan lakukan promosi

Sebagai bisnis thrifting yang mana menjual barang bekas, harga barang yang dijual pun pastinya cenderung lebih murah dibandingkan harga barunya. Namun, jika memasang harga terlalu murah Anda akan sulit mendapat keuntungan, akan tetapi jika memasang harga terlalu mahal juga dapat menyebabkan barang tak laku. Untuk itu, dalam mematok harga Anda perlu melakukan beberapa perhitungan, seperti dari segi modal, biaya operasional, kualitas barang, harga pasaran, reputasi merek, ketersediaan barang di pasar, dan sebagainya. Misalkan bisnis thrift shop berupa preloved tas branded, jika barang yang Anda miliki masih berkualitas bagus dan langka di pasar Anda bisa menjualnya dengan harga yang tinggi bahkan melebihi harga barunya. Anda juga bisa memberikan promosi terhadap barang-barang yang dijual agar bisnis semakin laku. Promosi bisa berupa endorse, harga diskon hari spesial, flash sale, giveaway, bundling, bahkan auction.

 

Jadi gimana, semakin tertarik untuk memulai bisnis thrift shop? Semoga informasi di atas bisa membantu Anda! Oh iya, agar bisnis semakin sukses penting juga untuk Anda menyediakan metode pembayaran yang beragam sehingga dapat memudahkan konsumen. Dengan QRIS, Anda dapat mengakomodasi pembayaran digital dari berbagai E-Wallet maupun Mobile Banking. Daftarkan QRIS toko Anda secara GRATIS dan CEPAT hanya melalui aplikasi sooltanPay.

Miliki Metode QRIS untuk semua pembayaran

Ingin Bisnis Makin Laris
Dengan Pembayaran QRIS?

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More Post

Tips Mengelola Keuanngan UMKM - Buat Qris
Keuangan

Tips Efektif Mengelola Keuangan UMKM

Contents Bagaimana Mengelola Keuangan? Mengelola keuangan bisa menjadi tantangan bagi setiap pemilik usaha kecil atau UMKM. Jika kamu tidak memiliki banyak pengalaman dalam mengelola keuangan

Read More »

Menuju Cashless Society, Apa Itu?

Dengan kondisi pandemi yang masih berlangsung secara global, masyarakat dituntut untuk beradaptasi dengan gaya hidup baru. Gaya hidup baru ini menyesuaikan dengan teknologi digital yang

Read More »